Selasa, 24 Januari 2012

Al-quran dalam kehidupan sehari-hari

Dalam Al Qur’an, Allah langsung menjawab semua pertanyaan yang jawabannya dibutuhkan oleh manusia sepanjang hidupnya. Allah memberikan pemecahan yang sempurna dan paling masuk akal untuk semua masalah yang muncul. Seperti firman Allah pada ayat kedua surat Al Baqarah, " Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." Ayat-ayat lainnya juga menunjukkan bahwa Allah telah menjelaskan segalanya dalam Al Qur’an:
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf, 12:111)
… Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS An Nahl, 16:89)
Orang yang beriman mengatur seluruh hidupnya sesuai dengan Al Qur’an dan berjuang untuk melaksanakan dengan hati-hati setiap hari apa yang telah dia baca dan pelajari dari ayat-ayat Al Qur’an. Dalam segala perbuatannya sejak bangun di pagi hari sampai tidur di malam hari, dia berniat untuk berpikir, berbicara, dan bertindak berdasarkan ajaran Al Qur’an. Allah menunjukkan dalam Al Qur’an bahwa pengabdian seperti ini menjadi ciri utama seluruh kehidupan orang beriman.
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al An'am, 6:162)
Tetapi ada orang yang berpikir bahwa agama hanyalah meliputi ritual yang terbatas pada waktu-waktu tertentu—bahwa hidup hanya terdiri atas waktu sholat dan waktu lainnya. Mereka memikirkan Allah dan hidup setelah mati hanya di saat mereka berdoa, berpuasa, bersedekah, atau naik haji ke Mekah. Di waktu lain mereka tenggelam dalam urusan dunia. Hidup di dunia ini bagi mereka adalah perjuangan tanpa arah yang jelas. Orang semacam itu hampir memisahkan diri dari Al Qur’an sepenuhnya dan memiliki tujuan sendiri dalam hidup, pemahaman sendiri mengenai akhlak, pandangan sendiri mengenai dunia dan pedoman nilainya. Mereka tidak mengerti apa arti ajaran Al Qur’an sebenarnya.
Seseorang yang melaksanakan ajaran Al Qur’an dan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup tentu akan menjalani hidup yang sangat berbeda dengan orang yang bermental seperti kita sebutkan tadi. Orang ini tidak akan lupa bahwa dia adalah bagian dari takdir yang Allah telah tetapkan atasnya dan akan menjalani hidupnya dengan percaya dan berserah diri pada-Nya. Dengan demikian, dia akan tahu bahwa dia tidak perlu khawatir, sedih, takut, resah, pesimis atau tertekan; atau dikuasi oleh kepanikan pada saat kesulitan menghadang. Dia akan menghadapi semua yang datang kepadanya dengan cara yang Allah tunjukkan dan izinkan. Semua perkataan, keputusan, dan tindakannya menunjukkan bahwa dia hidup sesuai dengan Sunnah yang merupakan kerangka pengamalan dari ajaran Al Qur’an. Baik di saat sedang berjalan, menyantap hidangan, pergi ke sekolah, menuntut ilmu, bekerja, berolah raga, mengobrol, menonton televisi, atau mendengarkan musik, dia sadar bahwa dia bertanggung jawab menjalankan hidupnya sesuai dengan rida Allah. Dia menyelesaikan semua urusan sesuai amanat yang diembannya dengan sebaik-baiknya, sekaligus berpikir bagaimana meraih rida Allah dalam urusan yang dikerjakannya. Dia tidak pernah bertindak dengan cara yang tidak diperkenankan oleh Al Qur’an dan berlawanan dengan Sunnah.
Hidup dengan nilai-nilai Islam dapat dilakukan dengan mengamalkan perintah dan nasihat yang diberikan oleh Al Qur’an pada segala segi kehidupan. Hal demikian dan pelaksanaan Sunnah adalah satu-satunya cara agar manusia mampu mencapai hasil terbaik dan yang paling membahagiakan di dunia dan akhirat. Tuhan berfirman dalam Al Qur’an bahwa seseorang dapat mencapai kehidupan yang terbaik dengan melakukan amal saleh:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An Nahl, 16: 97)
Dengan kehendak Allah, menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an dan Sunnah akan membuat seseorang mampu mengembangkan sebuah pemahaman yang luas, kecerdasan yang unggul, kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, dan kemampuan untuk mempertimbangkan sebuah urusan secara mendalam. Karakteristik ini akan menjamin seseorang yang memilikinya akan menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan kemudahan yang bersumber dari kelebihan tersebut. Seseorang yang menjalani hidupnya dengan berserah diri kepada Allah dan sesuai dengan ajaran Al Qur’an akan sepenuhnya berbeda dengan orang lain dalam hal cara bertindak, duduk dan berjalan, dalam sudut pandangnya dan dalam cara menjelaskan serta menafsirkan sesuatu, juga dalam pemecahan yang ia temukan atas persoalan yang dihadapinya.
Buku ini akan menelaah hal-hal yang dilakukan dan kejadian yang dihadapi oleh manusia hampir setiap hari dalam kehidupan dari sudut pandang seorang Muslim yang hidup sesuai dengan ajaran Al Qur’an. Buku ini akan menunjukkan bagaimana seorang muslim harus menyikapi berbagai kejadian sehari-hari dan situasi yang dihadapinya. Ada dua tujuan dari buku ini: untuk memberikan gagasan mengenai hidup yang baik yang dapat dimiliki berkat ajaran Al Qur’an, dan untuk mengajak semua orang ke dalam hidup yang lebih baik melalui ajaran ini. Sudah pasti bahwa hanya ajaran Al Qur’an yang mampu membuat seseorang menjalani hidupnya setiap jam dalam setiap hari, dan setiap saat dalam hidupnya dalam suasana surgawi, lingkungan damai yang jauh dari tekanan, keresahan, dan kekhawatiran di dunia ini.

pembelajaran al-quran

Dalam kitab Shahih Muslim diriwayatkan, “Barangsiapa yang bejalan untuk mencari ilmu (belajar), niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Hal serupa juga dikuatkan oleh hadits nabi Muhammad SAW. Yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibn Hibban: Sesungguhnya, malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya diatas para penuntut ilmu (orang yang belajar), sebagai restu atas apa yang mereka lakukan.”  Ketika kita hendak melangkah untuk mempelajari Al-Quran serasa banyak sekali halangan dan rintangan seakan terseok-seok, tetapi kalau melihat kasih sayang dan rahmat Alloh yang begitu besar maka kalau kita yang sepenggal-penggal tadi diraih dengan belas kasih alloh.

Rabu, 18 Januari 2012

Alat-alat optik

·         Mata
·         Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.
·         Bagian-bagian mata
·         Bagian-bagian mata
·         Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.
·         Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata.
·         daya akomodasi mata
·         daya akomodasi mata
·         Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.
·         Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.
·         Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).
·         Rabun Jauh dan Cara Memperbaikinya
·         Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga).
·         Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
·         miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif
·         miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif
·         Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.
·         pers01pers02Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s’ adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
·         Rabun Dekat dan Cara Memperbaikinya
·         Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).
·         Cacat mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
·         hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif
·         hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif
·         Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.
·         pers011pers03Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s’ adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
·         Kaca Pembesar
·         Kaca pembesar atau lup digunakan untuk melihat benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung. Lup menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif untuk memperbesar objek menjadi bayangan sehingga dapat dilihat dengan jelas.
·         180px-magnifying_glass2Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semacam ini objek harus berada di depan lensa dan terletak diantara titik pusat O dan titik fokus F lensa. untuk menghasilkan bayangan yang diinginkan, lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tidak berakomodasi.
·         Lup dapat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan. Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk harus tepat berada di titik dekat mata (s’ = sn = jarak titik dekat mata).
·         lup3-300x105Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah
·         pers09Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.
·         Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).
·         lup2-300x2041Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi adalah
·         pers051Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.
·         Mikroskop
·         Perbesaran bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan lup yang hanya menggunakan sebuah lensa cembung kurang maksimal dan terbatas. Untuk mendapatkan perbesaran yang lebih besar diperlukan susunan alat optik yang lebih baik. Perbesaran yang lebih besar dapat diperoleh dengan membuat susunan dua buah lensa cembung. Susunan alat optik ini dinamakan mikroskop yang dapat menghasilkan perbesaran sampai lebih dari 20 kali.
·         Sebuah mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). lensa yang dekat dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif, sedangkan lensa yang dekat mata dinamakan lensa okuler. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak fokus lensa objektif.
·         mikroskop dan bagian-bagiannya
·         mikroskop dan bagian-bagiannya
·         pembentukan bayangan pada mikroskop
·         pembentukan bayangan pada mikroskop
·         Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.
·         Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah
·         pers062Dimana Pob adalah perbesaran lensa objektif, s’ob adalah jarak bayangan lensa objektif dan sob adalah jarak objek di depan lensa objektif.
·         Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai berikut.

Rabu, 04 Januari 2012

Soal-soal optik geometri

Question Excerpt From Ulangan Optik Geometri
Q.1) Bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar adalah ...

A. maya, tegak, diperbesar
B. nyata, tegak, diperkecil
C. maya, tegak, sama besar
D. nyata, tegak, diperbesar
E. nyata, tegak, sama besar
Q.2) Apabila sebuah cermin memiliki titik fokus negatif, maka jenis cermin tersebut adalah...

A. lengkung
B. bergelombang
C. datar
D. cekung
E. cembung
Q.3) Jika sudut sinar datang mengenai cermin datar terhadap garis normal sebesar 45 derajat, maka sudut sinar pantulnya adalah ... derajat

A. 0
B. 30
C. 45
D. 60
E. 90
Q.4) Sebuah benda yang tingginya 6 cm diletakkan didepan cermin cekung dengan jarak 1 cm. Jika titik fokus cermin 4 cm, maka tinggi bayangannya sebesar ... cm

A. 2
B. 4
C. 6
D. 8
E. 10
Q.5) Sebuah cermin cembung memiliki fokus 20 cm. Apabila sebuah benda terletak 20 cm didepan cermin, letak bayangannya berada ...

A. 10 cm dibelakang cermin
B. 10 cm didepan cermin
C. tidak terbentuk bayangan
D. 20 cm dibelakang cermin
E. 20 cm didepan cermin
Q.6) Sebuah lilin berdiri tegak didepan cermin cekung yang mempunyai jari-jari 20 cm. Jika benda tersebut berada 15 cm didepan cermin, maka perbesaran yang terjadi adalah ...

A. 1/3 kali
B. 1/2 kali
C. 2 kali
D. 3 kali
E. 4 kali
Q.7) Sebuah cermin cekung memiliki jari-jari 180 cm. Agar terbentuk bayangan sebuah benda setinggi 1/2 kali tinggi aslinya dan tegak, maka benda tersebut harus diletakkan didepan cermin sejauh ... cm

A. 13
B. 36
C. 82
D. 150
E. 270
Q.8) Menurut Willebrord Snell (Hukum Snellius), sinar datang dari medium renggang ke medium yang lebih rapat, maka sinar biasnya akan ...

A. menjauhi garis normal
B. mendekati garis normal
C. membias
D. memantul
E. distorsi
Q.9) Seberkas sinar datang dari udara (medium renggang) masuk ke medium lebih rapat. Jika sudut sinar datang 53 derajat dan sudut sinar bias 37 derajat, indeks bias medium yang lebih rapat adalah...

A. 3/4
B. 2/3
C. 3/2
D. 4/3
E. 1/2
Q.10) Sebuah lensa bikonveks yang terletak diudara mempunyai jari-jari kelengkungan 15 cm dan 10 cm. Jika indeks bias lensa 3/2, fokus lensanya adalah ... cm

A. 9
B. 12
C. 15
D. 30
E. 60
Q.11) Sebuah lensa cekung memiliki titik api 25 cm, maka kekuatan lensa tersebut adalah ... dioptri

A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Q.12) Sebuah cermin cekung memiliki titik api 12 cm. Jika sebuah benda berada 4 cm didepan cermin, maka bayangan yang terbentuk adalah ...

A. 6 cm, maya, dibelakang cermin
B. 3 cm, maya, dibelakang cermin
C. 6 cm, nyata, didepan cermin
D. 3 cm, nyata, didepan cermin
E. 6 cm, terbalik, didepan cermin
Q.13) Jika sebuah benda berada 4 cm didepan lensa cembung yang memiliki titik api 12 cm, maka bayangan yang terbentuk adalah ...

A. 6 cm, nyata, didepan lensa
B. 3 cm, nyata, didepan lensa
C. 6 cm, terbalik, dibelakang lensa
D. 3 cm, maya, dibelakang lensa
E. 6 cm, maya, dibelakang lensa
Q.14) Sebuah lensa cekung memiliki fokus sebesar 12 cm. Jika sebuah benda berada 4 cm didepan lensa, maka bayangan yang terbentuk adalah ...

A. 6 cm, maya, dibelakang lensa
B. 6 cm, nyata, didepan lensa
C. 3 cm, maya, dibelakang lensa
D. 6 cm, terbalik, didepan lensa
E. 3 cm, nyata, didepan lensa
Q.15) Jumlah bayangan yang terbentuk dari dua buah cermin datar yang membentuk sudut 90 derajat adalah ...

A. 7
B. 6
C. 5
D. 4
E. 3
Q.16) Perbesaran dari sebuah lensa cekung besarnya 1/2 kali. Jari-jari kelengkungan lensa 40 cm, berarti benda terletak didepan lensa sejauh ... cm

A. 5
B. 10
C. 20
D. 30
E. 40
Q.17) Apabila sebuah lensa cembung memiliki kekuatan sebesar 20 dioptri, berarti fokus lensa tersebut adalah ... cm

A. 1/2
B. 5
C. 12
D. 25
E. 50
Q.18) Bagian mata yang berfungsi sebagai pelindung dinding bola mata dan membantu pembiasan cahaya masuk ke pupil adalah ...

A. otot siliar
B. kornea
C. retina
D. aqueonus humor
E. iris
Q.19) Orang yang bermata normal disebut juga ...

A. astigmatisma
B. hipermetropi
C. emetropi
D. presbiopi
E. miopi
Q.20) Ciri dari penderita miopi adalah ...

A. punctum remotumnya tak terhingga
B. titik jauhnya terbatas
C. titik dekatnya 25 cm
D. titik jauhnya tak terhingga
E. punctum proximumnya lebih dari 25 cm
Q.21) Sebuah lup memiliki daya 2 dioptri, berapakah perbesaran untuk mata berakomodasi maksimum...

A. 0,5 kali
B. 1,5 kali
C. 2 kali
D. 3 kali
E. 5 kali
Q.22) Sebuah mikroskop memiliki panjang tabung 21,4 cm, fokus lensa objektif 4 mm, fokus lensa okuler 5 cm. Perbesaran total untuk mendapatkan bayangan yang jelas dengan mata tanpa akomodasi sebesar ...

A. 300 kali
B. 240 kali
C. 200 kali
D. 120 kali
E. 60 kali
Q.23) Fokus lensa objektif dan okuler sebuah teropong bintang adalah 160 cm dan 8 cm. Perbesaran total untuk mata tak berakomodasi adalah ...

A. 12 kali
B. 20 kali
C. 24 kali
D. 32 kali
E. 45 kali
Q.24) Sebuah teropong panggung memiliki fokus lensa okuler 4 cm dan objektif 32 cm. Panjang dan perbesaran teropong panggung berturut-turut adalah....

A. 28 cm, 8 cm
B. 36 cm, 8 cm
C. 8 cm, 36 cm
D. 8 cm, 28 cm
E. 36 cm, 6 cm
Q.25) Sebuah mikroskop mempunyai objektif yang berjarak titik api 2 cm. Sebuah objek diletakkan 2,2 cm dibawah objektif. Jika perbesaran okuler 10 kali maka perbesaran total mikroskop adalah...

A. 100
B. 110
C. 200
D. 220
E. 300

Selasa, 03 Januari 2012

Cahaya dan Optik geometri

Cahaya adalah merupakan gelombang elektromagnetik yang dapat merambat di dalam medium, sehingga cahaya mempunyai sifat : dapat dipantulkan, dibiaskan, melewati celah yang sempit (difraksi), berinterferensi (bergabungnya cahaya) dan lain-lain.
Asal cahaya sendiri dari matahari (energi yang sangat besar) yang dicipta untuk makhluk hidup. Apabila berkas cahaya masuk kedalam medium yang bening maka berkas cahaya tadi akan menembus, dan dapat dipantulkan. Hukum pemantulan sudut datang= sudut pantul, sedang kalau berkas cahaya tadi ternyata menembus tetapi dibelokkan arahnya maka sudut datang tidak sama dengan sudut pantul maka disebut pembiasan cahaya.